Tradisi Mua Nawar Fai : Dinamika Psikologi Adat Pemberian Nama Pada Bayi di Suku Fuiloro Timor Leste
Abstract
Mua Nawar Fai adalah tradisi pemberian nama yang diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur di Fuiloro Timor Leste. Dalam tradisi ini, seorang laki-laki dari komunitas Fataluku harus melaksanakan Mua Nawar Fai jika memiliki putra atau putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika psikologis adat pemberian nama pada bayi di suku Fuiloro Timor Leste. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pemilihan partisipan penelitian dilakukan dengan teknik Snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi dengan melibatkan tiga partisipan yang merupakan anggota keluarga yang terlibat langsung dalam proses pemberian nama pada bayi melalui tradisi Mua Nawar Fai di suku Fuiloro, Kota Lospalos, Timor Leste. Teknik pengorganisasian dibuat dalam bentuk verbatim sesuai dengan hasil rekaman yang dimasukkan dalam tabel, lalu dianalisis dengan melakukan proses coding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara kognitif, terdapat keyakinan pada pemilihan nama dalam tradisi Mua Nawar Fai melambangkan identitas keluarga dan memengaruhi masa depan anak. Secara afektif, ritual ini menciptakan ikatan emosional dan memperkuat solidaritas sosial. Secara konatif, norma dan larangan, seperti larangan makan bagi pria, menunjukkan penghormatan terhadap tradisi dan pentingnya keterlibatan komunitas.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aditya, D. (2020). Penamaan objek wisata di wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Deskripsi Bahasa, 3(2), 170-181.
Aminudin, A. (2018). Dakwah dan Penguatan keluarga. Al-Munzir, 10(2), 163-185.
Ariyono, S., & Siregar, A. (1985). Kamus antropologi. Akademika Pressindo.
Barus, D. A. B. (2020). Work from home pada masa pandemi Covid-19 ditinjau dari persepsi guru di kabupaten Sikka Maumere Nusa Tenggara Timur. PSYCHOPEDIA: Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 5(2), 9–16.
Berdame, J., & Lombogia, C. A. R. (2020). Merajut tradisi di tengah transisi: Pendidikan lingkungan hidup berbasis kearifan lokal dalam budaya Mapalus suku Minahasa. Tumou Tou, 7(2), 128–142.
Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241-258). Greenwood.
Busch, A., & et al. (2013). Names, naming practices, and psychological identity. Journal of Family Psychology, 27(4), 581-589.
Dalimunthe, P. H. (2024). Psikologi budaya menghormati keragaman dan nilai-nilai budaya. Circle Archive, 1(4).
Dundes, A. (1980). Interpreting folklore. Bloomington: Indiana University Press.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W.W. Norton & Company.
Ghufar, A. M., & Suhandano, S. (2022). Penamaan semantis dan pandangan budaya pada jajanan pasar Jawa Barat. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 5(3), 537-554.
Goldberg, D. (2004). Naming and identity: A cross-cultural perspective. Journal of Linguistic Anthropology, 14(2), 188-202.
Gottlieb, A. (2008). The afterlife is where we come from: The culture of infancy in West Africa. University of Chicago Press.
Hulu, Z. M. Y. P. (2023). Tradisi Lebaran ketupat di Kampung Jawa Kota Tomohon. Holistik: Journal of Social and Culture, 5(3), 123-134.
Hurlock, E. B. (1994). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi 5). Erlangga.
Indriani, A. S. (2014). Kajian Semantik Nama Diri Siswa Kelas VII A dan VII B di SMP Negeri 3 Purwokerto Tahun Pelajaran 2013-2014 [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto]. Repository UMP.
Irawan, M., Prasetyo, K. B., & Arsi, A. A. (2017). Pergeseran nilai orang tua di kalangan masyarakat Jawa (Studi pada lansia yang tinggal di Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta). Jurnal Psikologi, 3(2), 1-16.
Koentjaraningrat. (1981). Pengantar Antropologi (Edisi ke-2). Rineka Cipta.
Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga: Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam Keluarga. Kencana Prenada Media Group.
Lourenço, M. (2019). Cultural identity and naming practices in the Timor-Leste context. East Timor Journal of Cultural Studies, 7(1), 14-27.
Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation. Jossey-Bass.
Nursalim, M., & Purwoko, B. (2009). Dinamika psikologis dalam konflik interpersonal. Jurnal Psikologi, 2(1), 1-16.
Pateda, M. (2001). Semantik leksikal (Edisi ke-2). Rineka Cipta.
Persulessy, S. I., Nusi, A., Hahury, J. J., & Mairuhu, D. (2023). Naming as cultural practice: A case study of Molucan names at Ambon State Polytechnic. In Proceedings of the International Seminar on Language, Education, and Culture (ISOLEC) (pp. 293-295). Universitas Negeri Malang.
Pohan, N. A., & Syaimi, K. U. (2024). Hubungan sikap sosial terhadap prestasi belajar siswa pada masa Pandemi Covid 19 kelas VIII SMP Negeri 1 Perbaungan. Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies, 21–30.
Purwanto, M. N. (2009). Ilmu pendidikan teoritis dan praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Refia, A. N., & Purwoko, B. (2014). Dinamika psikologis konflik interpersonal siswa SMA. Jurnal Psikologi, 3(2), 125-137.
Rezky, B. (2010). Be a smart parent: Cara kreatif mengasuh anak ala Supernanny. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher.
Sahrodi, J., & dkk. (2005). Membedah nalar pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group.
Suharti, S., Hum, S., Khusnah, W. D., Sri Ningsih, S. S., Shiddiq, J., Saputra, N., & Purba, J. H. (2021). Kajian Psikolinguistik. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Soekanto, S. (1983). Kamus Sosiologi: Edisi baru. Jakarta: Rajawali.
Sugiyono, P. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Alfabeta.
Sunarti, E. (2006). Indikator Keluarga Sejahtera: Sejarah Pengembangan, Evaluasi, dan Keberlanjutannya. Bogor: Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Susanti, J. T., & Lestari, D. E. G. (2020). Tradisi ruwatan Jawa pada Masyarakat Desa Pulungdowo Malang. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 4(2), 94-105. https://doi.org/10.22219/satwika.v4i2.14245
Sztompka, P. (2007). Sosiologi Perubahan Sosial (A. Topatimasang, Trans.). Jakarta: Prenada Media Group.
Tanggok, M. I. (2017). Agama dan kebudayaan Orang Hakka di Singkawang: Memuja leluhur dan menanti datangnya rezeki. Buku Kompas.
Teheran, F. (2019). Peran orang tua dalam pendampingan Anak ketika menonton televisi (Studi di TK Nurul Ilmi Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya) [Tesis doktoral, Universitas Siliwangi]. Repositori Unsil. http://repositori.unsil.ac.id/692/
Ulfah, M. (2020). Digital parenting: Bagaimana orang tua melindungi anak-anak dari bahaya digital? Edu Publisher.
Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: C.V Andi.
Walgito, B. (1978). Pengantar psikologi umum. Andi Offset.
Walsh, F. (2003). Normal family processes: Growing diversity and complexity. The Guilford Press.
Wulandari, A. (2022). Batik Nusantara: Makna filosofis, cara pembuatan, dan industri batik. Penerbit Andi.
Zittoun, T. (2006). Symbolic resources and lifecourse development. Cambridge University Press.
Zulkarnain, W. (2013). Dinamika kelompok: Teori dan keterampilan. Indeks.
DOI: https://doi.org/10.51849/sl.v4i3.370
Refbacks
- There are currently no refbacks.





